Showing posts with label banana five. Show all posts
Showing posts with label banana five. Show all posts
Hi! There's a new song...! Check This! We're learning how to use Fruity Loop Studio...


Setelah selama tiga hari saya berkutat dengan Fruity Loop Studio (Sebuah software pengolah nada) yang masih 'Demo Version' (saya punya cracknya tapi saya belum tahu crack itu harus diapakan). Ternyata semua ada hasilnya. Silakan dicek! Itu hanyalah sebuah ekperimen dari saya. Karena ini juga masih manggunakan demo version jadi banyak kekurangannya. Mohon maaf... Selamat menikmati!
DONAT merupakan acara tahunan di madrasah kami, meskipun tiap tahun nama acaranya berbeda. DONAT ini sebenarnya acara 17-an, tapi saya hanya ingin mereview acara lomba aransemen lagu nasional-nya saja. Acara yang cukup mengecewakan bagi saya dan beberapa teman saya yang berpartisipasi disini. Saya akan mencoba me-review acara ini dari bagian audisinya.

Audisi diadakan di plaza (bundaran) di tengah2 kompleks MAN Insan Cendekia Serpong. Menampilkan 10 band peserta audisi. Persiapan audisi sudah dilakukan secara terjadwal sejak 2 minggu sebelum audisi. Saya akan mengulas satu persatu peserta audisi.

Penampilan pertama berdasarkan hasil undian oleh Sam Pac Men. Sepertinya band ini merupakan reform dari sebuah band yang telah lama malang melintang di Insan Cendekia ini; NGAPAK BAND. Band yang digawangi oleh Chairul Akmal (vokal); Alam Afif Makarim (gitar, vokal); Fadli Muhammad (bass); Mohamad Sofyan Sodiq (drum) ini membawakan lagu "Garuda Pancasila" yang mereka aransemen sedemikian rupa sehingga intronya menyerupai lagu "Hijrah ke London"-nya Changcuters, tengahnya mirip "Feeling This"-nya Blink, dan bagian akhirnya saya tidak tau dari lagu apa.

Mereka tampil begitu rapih, sangat rapi untuk band yang belum lama terbentuk. Namun mereka kurang menunjukkan dan memaksimalkan skill yang mereka punya. Catatan yang saya beri bahwa sang vokalis terlihat terlalu malu-malu untuk berekspresi. Cukup kontras dengan penampilan sang gitaris dan bassis yang tampil all out.

Penampilan kedua oleh Endless Entire, band tertua di IC untuk saat ini. Masih dengan formasi yang sama seperti ketika Disguise. Ibnu Raditya sebagai vokalis, Hanivan Maulana sebagai gitaris sekaligus backing vocal, Yuskahar Muharram sebagai gitaris, Muhammad Faqih sebagai bassis, dan Moza Adidharma sebagai drummer. Mereka membawakan lagu "Gugur Bunga" dengan gaya mereka, masih tetap rock alternative.

Mereka berhasil mengaransemen lagu "Gugur Bunga" ini dengan sangat baik. Mereka memainkannya dengan begitu rapi, mungkin karena mereka sudah biasa bermain bersama. Mereka juga benar2 mengaplikasikan skill yang mereka punyai secara maksimal. Performa mereka juga sudah berkembang daripada yang ketika Disguise dulu.

Selanjutnya ada Harmony in Vantasy, bandnya kaum hawa. Band yang seluruh personelnya dari kaum hawa ini beranggotakan Faradisa Bintana (vokal); Andarini Sertianti (gitar, vokal); Cahyani Kesuma (gitar); Nisa Karima (bass); Fadhilah Zulfa (keyboard); dan Salma Nadia (drum). Band yang sudah berumur 2 tahun ini mengaransemen lagu "..." *tidak tahu judulnya* dengan masih tetap bertahan dengan genrenya: pop.

Dalam penampilan mereka kali ini, terkesan kurang persiapan. Untuk ukuran band yang sudah tua, kerapihan mereka dalam bermain masih kurang mumpuni. lagu yang mereka bawakan sudah cukup menunjukkan skill bermain sang keyboardis dan vokalis. Performance mereka juga sudah cukup meningkat dibanding penampilan mereka sebelumnya, dengan penghayatan lagu yang baik.

Yang keempat adalah Sosis Sonice dengan anak Social Science-nya. Dengan personel yang masih sama, namun formasinya acak, Ariq Syauqi (vokal, bass); Yuskahar Muharram (synth, vokal); Pimgi Nugraha (gitar); Hanivan Maulana (keyboard); Hilmy Kaukaby (drum). Dalam membawakan lagu "Bendera Merah Putih" mereka sedikit berubah haluan, yang sebelumnya bergenre emo menjadi powerpop dengan adanya keyboard dan synth (FL).

Penampilan mereka masih tetap rapi dan begitu berwarna dengan adanya efek keyboard dan FL, namun agak kurang di performance dengan absennya Dwi Swasana Ramadhan dari band ini. Mereka benar2 memaksimalkan skill mereka di keyboard dan synth yang mereka punyai.

Yang kelima adalah Rock Skullah. Nama plesetan dari band legendaris di madrasah kami; Rock Skool. Band ini juga sepertinya band reform dari band Take A Pack, band yang juga sudah lama berkecimpung di dunia permuasikan IC. Band yang beranggotakan Dwi Swasana Ramadhan sebagai vokalis, Mohamad Sofyan Soddiq sebagai gitaris sekaligus backing vocal, Luqman Labib sebagai gitaris, Khalid Adil sebagai bassis, dan Ibnu Raditya sebagai drummer; ini membawakan lagu "Bangun Pemudi Pemuda" dengan genre mereka, rock.

Mereka membawakan lagu ini dengan aransemen yang sangat menarik. Merekapun tampil gila-gilaan. Saya acungi dua jempol untuk performance mereka yang sangat bagus meskipun tak tahu malu. Namun sepertinya mereka tefokus pada performance sehingga permainan mereka agak kurang rapi. Namun kesalahan mereka agak tertutup dengan maksimalnya skill yang mereka pertontonkan.

Penampilan keenam oleh Ta-D. Nama band yang agak aneh, "assalamualaikum, kami dari Ta-D,...". Mungkin itu yang mereka inginkan. Band debutan yang beranggotakan Luthfi Naufan (vokal); Asaddin Nur (gitar); Luqman Labib (gitar); Irfan Taufiq (bass); dan Diva Pasha (drum) ini mencoba membawakan lagu "..." *lupa* dengan genre rock.

Lagu ini mereka bawakan dengan cukup rapi untuk ukuran band baru, mereka juga agak kurang dalam performance -mungkin masih malu2 karena penampilan pertama mereka. Namun mereka sudah menunjukkan skill hebat yang mereka miliki sebagai band debutan. Kita tunggu saja penampilan band ini berikutnya.

Selanjutnya, di urutan ketujuh ada SLURTD. Band ini terhitung band baru, karena memang ini adalah penampilan pertama mereka. Band yang digawangi oleh Risky Nurfitriansyah sebagai vokalis (throat), Muhammad Salman sebagai bassis sekaligus backing vocal, Muhammad Irfan dan Asaddin Nur sebagai gitaris, juga Moza Adidharma sebagai drummer ini mengusung genre emo dengan memainkan lagu "Hymne Guru".

Lagu ini mereka mainkan dengan cukup rapi, dengan skill gitaris yang begitu ditonjolkan. Namun, performance mereka masih naggung, mungkin karena ini penampilan perdana mereka dalam satu tim. Karena sebenarnya band ini terdiri dari orang2 yang sudah cukup berpengalaman.

Yang tampil kedelapan adalah Reborn. Band yang sudah berumur setahun ini terdiri atas 5 personel: Arda Dilah (vokal); Nur Azizah (gitar); Arina Widda (gitar); Hariz Bayu (bass); Nur Faizin (drum). Band ini memainkan lagu "satu Nusa Satu Bangsa" versi reggae. Tapi yang saya dengar, mereka bukannya mengaransemen, hanya mengiringi dan memberi intro versi reggae. Performance mereka juga begitu statis untuk sebuah band yang sudah berumur 1 tahun.

Penampilan ke sembilan oleh J.S.W.C. yang membawakan lagu "Ibu Pertiwi". Band yang sebelumnya berpersonel Ariq Syauqi (vokal, bass); Pimgi Nugraha (gitar); Hilmy Kaukaby (drum) ini menambah satu personel lagi, yakni Ahmad Faiz (gitar, vokal) dengan masih bertahan dengan genre emo-nya.

Mereka membawakan lagu ini dengan rapi. Dibumbui dengan drama:
Hilmy: "WOI! BISA NYANYI GAK SIH LO?!"
Ariq: "APAAN SIH LO!"
Hilmy: "JANGAN MAIN-MAIN LO! LAGU NASIONAL NIH!"
Faiz: "UDAH!"
*kurang lebih
yang diselipkan di tengah2 lagu (sayang sekali tidak terekam). Menarik sekali.

Dan terakhir, penampilan ke-sepuluh oleh Banana Five. Band yang sudah 2 tahun malang melintang di IC ini masih beranggotakan Ahmad Faiz (vokal, gitar); Muhammad Salman (bass, vokal); Syahid Naufal (drum); Arief Faqih (gitar); Raka Kurnia (keyboard). Mereka membawakan lagu "Rayuan Pulau Kelapa" dengan cukup baik dengan masih bertahan pada genre punk rock-nya, tapi kali ini terdengar ada sedikit influence powerpop.

Peformance Banana Five kali ini cukup gila dengan dresscode yang memang agak kurang terkoordinasi. Permainan juga bisa dibilang rapi, walaupun sang vokalis agak lupa lirik. Skill merekapun lumayan dikerahkan di lagu ini.

Begitulah kesepuluh kontestan, dan berikut urutan peringkatnya (5 besar--> finalis):
1. Endless Entire (Congrats!)
2. Banana Five
3. Sosis Sonice
4. J.S.W.C
5. Rock Skullah

Lantas kenapa kami kecewa?
Yang pertama adalah batalnya acara puncak. Batalnya acara puncak ini dikarenakan tidak adanya audiens. Jadi, kami -para finalis- datang sesuai instruksi panitia, pukul 13.30. Tapi, ternyata yang ada di tempat hanya segelintir panitia yang sedang memasang dekorasi dan menyapu lantai. Bahkan alat2 band juga harus kami bantu angkut. Sungguh mengecewakan. Sebenarnya saya sudah memprediksi hal ini, karena acara diadakan Jumat siang. Siapa juga yang mau datang menonton pementasan band di siang bolong? Apalagi di bulan Ramadhan... Apalagi, semua orang juga tahu kalau tiap jumat sehabis jumatan selalu ada Language Development Program. Jelas tidak ada yang datang.

Tahun lalu juga ada acara yang tak terlaksana. Futsal Corong. Tapi, futsal corong kan tidak ada biaya registrasinya. Yang ini? Sudah disuruh bayar 10000 per band, tapi acaranya batal begitu saja.

Acara baru mulai sekitar pukul 14.30. Diantara kami -para finalis- sudah banyak yang bosan dan memutuskan untuk pulang sejak pukul 14.00. Akhirnya kami semua memutuskan supaya tidak ada yang tampil. Yang ada hanya penampilan gila-gilaan. Tapi, apa kata panitia. Bukannya di-handle supaya acara tetap terlaksana. Mereka malah bilang, "Udah biarin aja, kasian mereka (finalis) udah nunggu dari tadi dan udah bayar juga.". Lah?! Seharusnya mereka mengusahakan keberlangsungan acara kalau kasihan pada kami. Atau setidaknya menyiapkan acara pengganti dengan materi yang sama, Kita tunggu pertanggungjawaban para panitia.

Yang kedua adalah hasil penilaian. Yang saya heran adalah kenapa panitia juga ikut menilai. fyi: menurut penilaian juri, poin Endless Entire dan Banana Five adalah sama. Namun yang menyebabkan selisih 2 poin adalah hasil penilaian panitia. Penilaian seharusnya mutlak ditangan juri. Sehrusnya panitia menyerahkan nilai yang sama itu ke tangan juri. Biarkan juri yang memutuskan.

Tapi, dibalik itu semua, kami ingin berterima kasih sebanyak2-nya kepada panitia terutama. Karena berkat adanya acara ini, bisa memacu kreativitas kita semua dalam bermusik. Terima kasih.

Jadi, catatan kecil ini mungkin bisa menjadi koreksi bagi panitia, supaya kedepannya bisa lebih baik lagi. Catatan ini saya buat semata-mata untuk membangun. Membangun OSIS yang lebih baik lagi. Semoga Disguise 2012 bisa lebih baik.

Banana Five adalah nama sebuah band yang terbentuk di kampus Madrasah Aliyah kami tercinta MAN Insan Cendekia Serpong. Band ini terbentuk pada bulan Oktober 2009 silam dengan formasi awal Ahmad Faiz (Vokal, Gitar), Muhammad Salman (Bass, Vokal), dan Syahid Naufal (Drum). Dengan formasi yang hanya bertiga ini, kami merasa punya sedikit masalah pada harmonisasi karena tidak mudah dengan tiga orang. Akhirnya pada pertengahan November di tahun yang sama, kami memutuskan untuk merekrut seorang vokalis. Sehingga formasi kami menjadi: Muhammad Irfan (Vokal), Ahmad Faiz (Gitar, vokal2), Muhammad Salman (Bass, Vokal2), dan Syahid Naufal (Drum).

Namun, formasi ini tidak bertahan lama. Buah dari kegagalan pada event pertama kami: audisi "Escape" (sebuah lomba band tahunan di madrasah kami) dan karena ketidakcocokan pada genre bermusik akhirnya vokalis yang baru kami rekrut memutuskan untuk hengkang. Kembalilah kami dengan formasi 3 orang dengan Faiz sebagai lead vocal sekaligus lead guitar.


Dengan formasi 3 orang ini, kami berjalan selama hampir setahun. Terhitung ada 2 pementasan kami lakoni bertiga. Yang pertama adalah event tahunan perpisahan kakak kelas kami kelas 3 angkatan Nozomi Hikari. Disini kami memainkan sebuah lagu dari Netral, Lintang. Lagu ini sebelumya pernah dimainkan oleh band papan atas di madrasah kami "A Path in The Brightside". Tapi mereka dengan formasi 5 orang dengan 2 orang gitaris, seorang bassis, drummer dan vokalis. Penampilan pertama yang cukup menggembirakan bagi kami. Walaupun ketika itu kami masih sangat cupu. Penampilan kamipun begitu statis, hanya sedikit pergerakan. Teriakan penontonpun hanya sedikit terdengar. Untung saja di akhir ada yang memulai untuk memberi applause, membuat kami sedikit bahagia. Saat itu, kami belum mengerti komposisi suara. Wajar, karena latar belakang kami bukan disini. Faiz, dia seorang pemain akustik jempolan. Lagu-lagu depapepe dilahapnya tanpa banyak kesulitan. Tapi, pengalamannya dengan yang elektrik minim. Naufal, Seorang ketua Marawis. Dialah pelopor ekstrakurikuler marawis di madrasah kami. Dia yang membawa ekstrakurikuler marawis masuk TVOne ramadhan tahun lalu (1431 H). Tapi ia baru memulai pengalamannya bersama drum set ini. Dan saya, Salman, saya tidak punya latar belakang apapun dalam bermusik. Bahkan tangga nada dan ketukan saja saya belum tahu ketika itu. Hanya bermodal kemauan. Begitulah kami ketika itu.

Berikutnya ada event tahunan lomba aransemen lagu nasional dalam rangka memperingati 17 Agustus di madrasah kami. ketika itu persiapan dilakukan tanpa Faiz, karena dia harus melakukan persiapan Olimpiade Sains Nasional 2010. Kami (Saya dan Naufal) menarik seorang gitaris additional untuk menggantikan posisi Faiz. Dialah Mohamad Sofyan Soddiq. Faiz hanya bernyanyi disini tanpa memanggul gitar. Kami mengaransemen lagu Indonesia Pusaka saat itu. Dan ini menjadi kegagalan kedua kami. Kami masih tetap statis, tanpa pergerakan.

Kemudian penampilan kedua kami, kembali bertiga. Di acara opening ceremony GAKIC 2010-2011 (kegiatan olimpiade olahraga antar-kelas tahunan di madrasah kami). Hanya sebagai band penutup. tidak ada kesan yang begitu mendalam ketika kami memainkan Hanya Hari Ini milik SID. Penonton juga tidak begitu menghiraukan penampilan kami. Mungkin karena hujan, atau karena acara ini sudah selesai.

Kemudian, sekitar Oktober 2010, Faiz mendapat panggilan untuk mengikuti pelatnas untuk Olimpiade Kimia Internasional. Padahal saat itu saat-saat persiapan untuk lomba band "Disguise" (Tahun sebelumnya bernama Escape). Akhirnya setelah melihat-lihat bakat yang ada pada anak kelas 1 yang baru masuk saat itu, kami bertiga memutuskan untuk menambah personel Banana Five menjadi 5 orang. Formasi Banana Five sejak itu: Ahmad Faiz (Lead Vokal, Gitar), Muhammad Salman (Bass, Back Vokal), Syahid Naufal (Drum), Arief Faqihudin (Lead Gitar), Raka Kurnia (Keyboard). Formasi ini masih bertahan sampai sekarang. Inilah saat-saat titik balik pencapaian Banana Five.


Event yang pertama kami hadapi setelah berlima adalah audisi "Disguise". Ini keberhasilan pertama kami. Dengan membawakan lagu Garuda di Dadaku karya Netral, kami berhasil menduduki peringkat 4 ketika audisi. Kami mencoba bermain lepas pada event ini. Tidak lagi malu-malu seperti pada event sebelum-sebelumnya. Dan ini berlanjut ke babak final. Di babak final kami membawakan 3 lagu, Netral-Garuda di Dadaku, Cokelat-Bendera, dan SID-Luka Indonesia. Disini kami mulai merasakan respek penonton. Kami bermain begitu lepas. Bahkan kelepasan, waktu yang dibatasi 17 menit, kami lewati 2 menit. alhasil, terkena penalti dan menepati urutan ke-6 dari 7 finalis. Tapi, disinilah kami mendapat kepercayaan diri. Begitu banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari keikutsertaan kami pada event ini.

Selanjutnya, pada Juni 2011. Kami diberi kesempatan untuk manggung lagi. Sekarang di acara IC Award, acara penganugerahan bagi siswa-siswi berprestasi di madrasah kami. Penampilan yang mengecewakan, dikarenakan kesalahan teknis berupa matinya gitar. ini sangat mengecewakan bagi kami dan bagi beberapa penonton yang sudah besiap untuk rusuh.


Yang terbaru, Agustus 2011. Lomba aransemen lagu nasional seperti yang tahun lalu. Tapi yang sekarang berbuah manis. Mencoba mengaransemen lagu Rayuan Pulau Kelapa (yang saya sendiri tidak tahu lagu aslinya seperti apa). Kami berhasil menduduki peringkat kedua. Itupun karena sesuatu yang aneh. Berdasarkan info dari panitia, penilaian oleh juri, peringkat pertama dan kedua sama poinnya. Tapi yang saya heran, kenapa panitia juga ikut memberi penilaian?! Sungguh tak masuk akal. Kami juga sangat kecewa dengan tidak adanya pementasan seperti yang telah dijanjikan. Terlalu banyak yang membuat kami kecewa di event ini.

Dari lagu-lagu yang telah kami mainkan mungkin anda segera tahu, genre apa yang kami ambil. Ya, kami mengambil genre Punk Rock selama ini. Dan mungkin kami akan terus melanjutkannya. Atau mungkin juga kami akan terus memperkaya kemampuan bermusik kami dengan mencoba genre lain. Inilah kami, sebuah band amatir dari sebuah madrasah aliyah.